Selasa, 14 Februari 2012

Puisi-Puisi Di Film 'Ada Apa Dengan Cinta?' Oleh Rako Prijanto

1. Puisi yang dimana Cinta membuatnya ketika ingin mengikuti lomba puisi tahunan sekolah. Dalam cerita di film puisi ini terdedikasi dari cerita persahabatan Cinta, Karmen, Milly, Maura, dan Alya.

Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yg tau
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa
Semua
Karena..
Kita..
Adalah..
SATU


2. Puisi ini di buat Rangga dan di tempel di lemari Pak Wardiman yang akhirnya di serahkan ke panitia perlombaan puisi tahunan, dan ternyata menang. Namun Rangga tetap tak merasa sebagai pemenang meskipun Cinta sebagai ketua mading ingin mewawancarai Rangga sebagai pemenang lomba puisi tersebut.

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai

3. Puisi yang satu ini di buat pula oleh Rangga ketika ingin meninggalkan Jakarta dan memutuskan untuk sekolah di Amerika, Rangga memberikan sebuah agenda kepada Cinta yang sudah berusaha menghalangi kepergian Rangga. Kejadian dalam adegan film berada di Airport Soekarno-Hatta.

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur dihatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya
Bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja



@cininlia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar