Jumat, 07 November 2014

Brother on My Dream

Entah setan mana yang pagi-pagi udah gemtayangan diotak gue hari ini. Sehabis mandi pagi dan udah rapi sama pakaian kantor tiba-tiba liat jam masih jam 7 kurang jadi iseng nunggu waktu gue manfaatin buat baca novel di wattpad dengan gendre romance (ya gue emang terlalu suka sama gendre ini).

Dan disana gue nemuin sajak manis yg ditulis sama penus novel... karena gak bisa dicopy gue captured aja yah...

Gimana? Bagus ya sajaknya?

Tapi bukan itu yg mau gue bahas disini, gue terenyuh sama salah satu tokoh didalamnya. 'Hansel'. Iya nama tokoh itu Hansel, cowok kece dan pintar itu adalah abang dari tokoy cewek manja bernama Fay.
Disalah satu adegan di novel itu Fay mendapat sebuah mimpi indah tapi menurutnya mimpi itu menyedihkan, cuma sama Hansel dia bisa cerita semua sampai akhirnya ada percakapan ini...

"Bang" panggil Fay. "Katanya mimpi itu bunga tidur kan?"
"Iya"
"Abang mau gak metikin bunga itu buat Fay?" Tanya Fay mengambang.
Hansel mengerti jelas arti pertanyaan itu. Hansel sedikit menunduk demi mencium puncak kepala adik yang begitu ia sayangi itu. "Fay boleh tunjuk bunga cantik mana yang Fay mau, asal Fay senang."

Menohok bangat buat gue yang notabenenya emang pengen banget punya abang. Bukannya gak bersyukur sama apa yg udah allah kasih tapi dari masih kecil gue emang suka iri sama temen-temen yang punya abang. Menurut gue sosok abang itu adalah pelindung, penyayang dan mungkin karena sifat cowok lebih cuek ketimbang cewek.

Mungkin itu juga yang bikin gue lebih confort sama temen gue gendernya cowok, tapi gak semuanya yaa... gue lebih seneng sama temen-temen cowok yang bersikap kaya lagi nasehatin adeknya, lagi lindungin adeknya, ya pokoknya yang bener-bener nganggep gue itu kaya temen tapi juga adeknya yang harus dijaga.

Bukannya gue gak suka bertemen sama cewek, suka tapi gak biaa terlalu akrab banget. Kalo orang yang kenal gue pasti sadar kalo gue itu mudah bergaul tapi gak mudah punya sahabat. Kenapa karena sahabat yang bener-bener sahabat gue ya cuma satu itu-itu aja. Gak ada kan kalian liat gue sahabatan sama cewek lain.

Kalo masalah abang ya itu juga yang bikin gue selalu bilang sama orang mau jadi pacar gue gini... "Gue gak cuma mau pacaran kaya orang layaknya pacaran, gue mau dia bersikap kaya abang gue, kaya bokap gue, sahabat gue, atau bahkan musuh gue sekalian."
But what? All just wanna relationship.



Sabtu, 25 Oktober 2014

Untuk Mama Tercinta

Mah... Meskipun mama gak akan baca ini tapi Iyah mau seluruh bloggers tau kalau Iyah sayang dan cinta sama mama.

Iyah minta maaf mah kalau selama ini Iyah selalu jadi anak yang nakal.
Iyah minta maaf karena selalu jadi anak mama yang paling sering membantah.
Iyah juga minta maaf karena selalu lalai dalam tugas-tugas wajib Iyah mau itu untuk diri Iyah sendiri atau enggak
Iyah minta maaf selalu buat mama marah karena Iyah susah banget dibilanginnya.

Terima kasih mama sudah mau merawat, membesarkan, mendidik dan selalu menjaga Iyah yang tak akan pernah menjadi anak yang sempurna untuk mama.
Mama selalu sabar sama semua kenakalan Iyah yang memang pada saat itu menjadi fase Iyah sebagai anak remaja yang pembangkang.

Mama akan selalu menjadi wanita paling istimewah buat hidup Iyah, mama akan selalu mempunya tempat terbanyak dalam hati Iyah. Tak pernah sedikit pun Iyah mampu untuk berfikir jika mama gak ada disisi Iyah. Mama yang selalu jadi orang pertama yang menjadi tameng jika Iyah dalan masalah. Cuma mama yang selalu paham apa yang Iyah sedang alami.

Meskipun kakak pernah bilang kalau sebenarnya mama waktu lagi mengandung Iyah mengharapkannya anak laki-laki yang ketika dengar itu Iyah mengambil persepsi kalau Iyah tak pernah diharapkan kedatangannya. Tapi saat ini dan sampai nanti Iyah akan berusaha untuk membuat menjadikan mama yang berbahagia sebagai mama. Persetan dengan target dan opsesi yang selalu membuat Iyah lalai pada mama. Target, tujuan, visi dan misi Iyah akan selalu untuk membuat mama bahagia. Insya Allah...

I Love You So Much Mah :*




Senin, 13 Oktober 2014

My Speechless Morning

Senin, 13 September 2014

Kenapa gue bilang Speechless Morning. Karena pagi diawali dengan mimpi aneh tentang seseorang yang sudah meninggal...

Jadi gini, gue dulu pernah tinggal di jalan swadaya dalam beberapa tahun. Waktu itu gue masih sd, dan disana pula gue punya temen namanya Taufik yang disapanya Opik.

Sekitar sebulan lalu gue denger kabar kalau Opik meninggal dunia tanpa sebab (kalau istilahnya angin duduk yah...) hal yang sama pernah dialamin juga sama abangnya Opik beberapa tahun yg lalu. Udah lama banget gue gak pernah ketemu Opik, bahkan gue juga tau dia meninggal seminggu setelahnya. Gue sendiri udah gak tau gimana parasnya Opik.

Dan minggu pagi kemaren itu gue balik dari jogging di senayan mampir dulu ke Tanjung Duren untuk beli buah bit. Setelah itu iseng-iseng gue mau leqat gang rumah gue yg dulu yang automatis gue lewatin rumah Opik. Tapi beneran deh gue gak ada rasa apa-apaan pas lewat sana. Gue juga gak mikirin almarhum kok...

Siangnya gue kelayaban yah sama temen-temen kampus, baliknya sekitar jam 9 malam dan jam sepuluh gue langsung tidur.

Cerita dalam mimpi ~~
Gue kayanya lagi ngetrip tapi gak begitu jelas itu ngetrip kemana, terua pas lagi asik-asik ngobrol sama temen ada Opik dateng...

Terus gue tegur sapa sama dia, aaling tanya kabar dan bercanda-canda akrab layaknya sahabat lama yang gak ketemu lama (padahal didunia nyata kita gak seakrab di mimpi). Sampai-sampai temwn trip gue ngeliatnya aneh ke kita yang kelihatan akrab banget.

Terus gue bilang sama dia "anterin gue balik yah besok..."

Dia bilang "gak bisa, gue besok ada urusan."

Tapi dia malah kasih dompetnya dia ke gue. Kayanya sih dia gak ngomong apa-apa pas kasih dompet itu, gue nya juga gak ngomong apa-apa cuma ada perasaan aneh aja. Dan setelahnya gue bedah dompet yg ada ditangan gue. Ada dua kartu atm dati dua bank yang berbeda, ada kertasbkecil yang isinya catetan sign in semua jejaring socialnya dan pin dari kedua  atm itu, guegak telalu lama liat catetan itu, gue terus buka dilipetan lainnya ada uang dengan kata uang asing dan setelah itu gue liat ada kartu mahasiswi dari kampus yang sama dengan gue.
~~ Gue pun langsung kebangun karena udah jam 7 pagi.

Bangun-bangun gue aneh sendiri sama yang gue mimpiin. Menurut loe ini ada maksudnya atau cuma bunga tidur aja? 




Sabtu, 04 Oktober 2014

Kita Itu Kamu

Hay...
Kemana kamu pergi?
Jauh sekali rupanya...
Mungkin kamu belum sadar kalau kita ini sayang sekali sama kamu...
Cuma kamu kebanggaan kita.
Mungkin cukup aneh untuk kita mengungkapkan rasa sayang kita, tapi percayalah kalau kita benar-benar sayang sama kamu.
Kita ini satu untuk kamu.
Tidak ada diluar atau bahkan diujung kutub sana pun yang bisa mengalahkan sayangnya kita ke kamu.
Kita sayang kamu...
Sayang sekali...
Kita yakin kamu bisa, bisa untuk kembali menjadi satu kesatuan bersama kita.
Dimana?
Disini, didalam satu kasih sayang yang sama.



Kamis, 25 September 2014

Trip Baksos to Sebeai Island - Lampung Selatan

Heyhoooo bloggers....

Guys kali ini trip gue beda banget, temanya bakti sosial. Berbagi untuk saudara-saudara Indonesia yang tinggal di pulau Sebesi sana. Baksosnya ngapain aja sih? Baksosnya itu adalah pemberian buku untuk para pelajar dan pengobatan geratis untu semua warga. Mau tau gimana ceritanya, langsung aja kali yaa...

Jam 23:30 Gresteria (sebutan untuk anggota communitas Gress Adventure) kumpul di pelabuhan Merak. Walaupun matanya pada ngantuk-ngantuk tapi semangat dan suka cita kita semua enggak sedikit pun luntur.

Sekitar jam satu kapal yang kita tumpangi untuk nyebrang pun akhirnya berlayar guys... diatas kapal gue, Eca, Hani, Lele dan mbak Tantri milih manfaatin waktu buat tidur. Perjalanan kurang-lebih lima jam. Karena udah tidur 4 jam gue, Lele, Hani, dan mba Tantri udah seger lagi nih matanya. Jadilah kita asik ngerumpi ria setelah sholat subuh, sedangkan Eca yang emang dari awal mabuk laut milih buat tetep tidur aja sampai pelabuhan Bakeuheuni - Lampung.

Setibanya di pelabuhan Bakeuheuni, karena udah dari kecil sampai gede di Jakarta jadinya turis lokal yang aduhai noraknya, pelabuhan Bakeuheuni nggak kaya pelabuhan yang ada di Jakarta. Di Bakeuheuni ini bersih banget, airnya jernih banget, pedagangnya juga teratur, gak tau juga yah kalau agak siangan dikit karena kan kita sampainya pagi-pagi... hehehe

Abis dari Bakeuheuni, mobil jemputan kita langsung anter ke dermaga Canti. Sebelum lanjut nyebrang ke Sebesi kuta sarapan plus mandi pagi dulu, masa mau baksos bauk-bauk kan gak seru... hahaha

Setelah semuanya rapih ternyata kapal yang mau nganter ke Sebesi bermasalah, jadilah Gresteria pindah ke dermaga Kalianda. Karena sudah telat banget dari waktu yang sudah di jadwalkan jadinya kita langsung ambil langkah seribu agar cepat sampai di Sebesi. Perjalanan ke Sebeai kurang-lebih 2jam.

Sebesi Island

Ketika tiba di pulau Sebesi, Gresteria langsung dihidangi makan siang. Sambalnyaaaaa puedes banget x_x
Gressteria
Setelah makan siang dan sholat dzuhur, Gresteria langsung melanjutkan aksinya yaitu baksos pembagian buku dan pengobatan gratis. Kebetulan gue pribadi kebagian tugas yang mudah, menjadi team registrasi untuk pengobatan. Senang sekali karena antusias warga sekitar sangat tinggi, mereka peduli dengan kesehatan mereka. Oiya dibaksos Gresteria ini ada dua dokter yang membantu, yaitu dokter Neka yang juga anggota Gresteria dan dokter Paska sebagai dokter relawan.


 
Senangnya semua kegiatan Gresteria berjalan sesuai yang kita semua inginkan. Setelah semua kegiatan yang melalahkan tapi mengasyikan itu gue, Eca, Hani, Lele, Ayni, Nina, Tuti dan Tantri main ke jembatan tempat penepian kapal untuk nikmatin senja yang cantik sambil selfie dan ambil photo-photo panorama. Setelah masuk waktu maghrib kita balik kekamar untuk mandi dan sholat.
Sekitar pukul 7 waktunya Gresteria untuk makan malaaaamm... menu makan malam kita ayam yang entah diapain tapi rasanya enak... nyam nyaaaaamm kali ini enggak pedes :D




Habis makan kita langsung makrab di hlaman rumput sambil bergames ria yang di ketuai oleh opa Gress. Setelah games yang super konyol kita lanjut makan ikan bakar yang entah siapa yang ngebakar semua ikan-ikan lezat itu, yang paling nampol adalah sambal kecapnya... heeeemmm uenaaaaaakkk banget deh bikin nambah terus sampai berebutan kaya kucing... hehehe
Jam malam kita langsung pergi tidur karena besok waktunya snokliiiiiiing pagiiiiii...

Pagi-pagi gue udah banyak dapet cerita dari temen-temen yang subuh tadi lihat terbitnya matahari. Mereka abadiin semua itu pada handphone masing-masing. Setelah packing kita langsung on the way pulau sebuku kecil untuk snokling.

Daaaaaaann di pulau sebuku kecil airnya gak kalah jernih, viewnya super cantik dan yang pasti panorama bawah lautnya bersih bingiiiits... hahahaha aseli gak nyesel tadi di homestay gak mandi karena di Sebuku kecil jadi bisa nyebuuuuurrr...

Habis snorkling langsung makan dan bersih-bersih diatas kapal. Dan setelah bersih dan rapih semua kembali tibalah kita di dermaga Kalianda, istirahat sebentar sambil lihat para pramuka yang sedang latihan dan sekitar pukul satu kita menuju Bakeuheuni untuk kembali ke pelabuhan Merak.

Tiba di pelabuhan Merak pukul 18:00 tapi karena yang namanya Jakarta ya gitu deh seperti yang kalian pasti sudah tahu, muacetnya pake banget. Masa ya gue dati Merak jam 19:00 ke slipy jam 23:46 kebayang dong gimana betenya di dalam bus?? Tapi gak apa-apa yang penting pengalaman yang udah didapet dari trip nya.

Kutipan untuk trip baksos ini adalah "Jangan pernah bosan untuk berbagi, karena berbagi itu indah."
See you next trip bloggers ;)

Oiya photo-photo lengkapnya nyusul ya guys...




Rabu, 13 Agustus 2014

Trip Sindoro - Solo

Holla Bloggers...

Kali ini Trip gue sama Rere ke Sindoro. Lagi-lagi keluar dari rencana yang sudah dibuat. Awal mula gue mau trip ke Dieng nih, beli tiket kereta jurusan Purwokerto dan anak lanjut naik bus untuk ke Dieng. Ketika gue sama Rere tiba di terminal Purwokerto, sebelum cari bus jurusan Dieng kita nyempetin buat sarapan nih.. Karena memang tiba di Purwokerto jam 06.30. Pas lagi asik sarapan tiba-tiba ada dua pendaki yang nyapa gue, dia tanya apa gue sama Rere mau naik gunung atau gak. Dan kita Jawab enggak, soalnya emang rencananya cuma mau ke Sikunir aja liat sunrise. Mereka nawarin join untuk naik Sindoro, gue cuma lirik Rere yang udah antusias diajakin naik Sindoro. Dan finally kita setuju untuk ikut naik gunung Sindoro yang berada di kawasan Wonosobo. Perlu digaris bawahi, gue sama Rere bener-bener gak ada persiapan untuk naik gunung, kita cuma bawa logistik seadanya dan baju hangat. Cuma itu !

Ini track awal menuju puncak Sindoro
Nama dua pendaki ini adalah Rizal (yang duduk samping Rere) dan Imam (yang berdiri). Mereka bawaannya siap mendaki banget, kerilnye mereka pun besar-besar loh guys... hahaha. Beda sama gue dan Rere yang cuma seadanya.

Track awal pendakian berbatu, kita pikir menuju pos 1 itu gak akan memakan banyak waktu tapi ternyata kita salah, menuju pos satu sangat jauh. Dan tidak ada bonus sedikit pun. Btw, ketinggian gunung Sindoro sendiri adalah 3.153 mdpl. Kebayang dong capeknya...

Selfi ditengah perjalanan
Karena ini pendakian pertama gue, jadi berasa banget capeknya. Gue orang yang sering banget minta istirahatnya. Dan karena ini pendakian pertama gue yang gak terduga. Ditengah perjalanan menuju pos 2 gue sempetin selfie dengan background track yang sudah bertemu dengan tanah yang berundak layaknya undakan tangga, tapi ini berbeda dengan anak tangga sewajarnya guys kerana undakan  tanah ini sangat melelahkan dan membutuhkan langkah kaki yang panjang.

Masak bareng pendaki lain di pos 3

Selfie di Camp
 Tibanya di pos 3 dengan susah payah dan rasa lelah yang membanjiri, kita langsung mendirikan tenda. Dan disana kita sudah bercengkrama dengan pendaki lainnya. Mereka welcome dengan pendaki lainnya, dan di depan tenda kita ada tenda pendaki dari Jakarta. Akhirnya pun kita masak bareng untuk makan malam. Menu makan malam kita adalah nasi olahan mentega, chicken wings, sayup soup, dan tempe goreng...

with Rere. Background : view g.Sumbing dipagi hari

pagi hari di gunung Sindoro

Tanggal 03 Agustus 2014, pukul 06.00. Menghirup udara pagi yang menyejukan dengan dilengkapi panorama nan cantik di Gunung Sindoro dan berlatar belakang Gunung Sumbing. Sebelum munculnya matahari gue udah ngerecokin tidurnya Rizal, Imam dan Rere... hehehe soalnya gue gak bisa tidur gara-gara Rere yang di geser-geser sama Rizal dan berimbas ke gue yang tidurnya paling ujung.

Pukul Tujuh nya kita udah siap mau naik ke puncak, tapi gue udah gak yakin sama diri gue sendiri. Makanya gue bilang sama Rizal kalau gue gak mau ke puncak. Tapi Rizal bilang "Semuanya kepuncak" dan itu gak bisa dibantah. Naiklah kita semua ke puncak Sindoro tapi belum baru sampai batu tatah gue udah gak sanggup kalau lanjut ke puncak dengan medan yang menurut gue parah banget, bukan undakan tanah lagi tapi lebih kemerayap diatas undakan batu-batu besar. Fiuhhh... Lelah banget.

background : Persawahan di Pacingan - Solo
Sekitar jam 1 siang kita udah sampai di basecamp. Dari pos 1 kita naik ojek karena gak mau lagi ketipu sama track awalnya yang lumayan jauh itu.. hihihi.

Gue sama Rere langsung salinan dengan pakaian bersih. Setelah selesai kita langsung cari rumah makan terdekat untuk melampiaskan rasa lapar yang sudah menghantui. Setelah makan, gue sama Rere ijin duluan karena masih mau lanjut ke Solo tempatnya eyang putri dari bokap, cerita mudik nih... hahaha

Tiba di Solo sekitar jam 7 malam, kita langsung mandi dan makan malam. Setelah itu tanpa basa-basi gue sama Rere langsung kunci pintu kamar rumahnya Pak De gue untuk tidur, dan paginya baru deh berasa semua badan puegelnya minta ampuuuuunnn... Sakit banget kalau digerakin badannya.

Tanggal 5 sore kita berdua baru deh balik Jakarta. Dan semuanya semua kegiatan kembali seperti semula di tanggal 07 Agustus 2014.

Segitu dulu yah guys, mungkin next tripnya akan ke Pulau Sebesi di Lampung Selatan. Sekalian bakti sosial bersama dengan Gress Adventure.





Minggu, 10 Agustus 2014

Cerita Satu Detik

from : +62813xxx
Cinta...

Sekian detik Cinta memperhatikan layar handphonenya. Ia sendiri sepertinya tak tahu siapa yang baru saja mengiriminya pesan.

to : +62813xxx
Sorry siapa ya?

Hanya itu yang bisa ia tanyakan, meskipun dihatinya ingin sekali meneriaki tebakannya.

from : +62813xxx
Ini aku, Randy.

Menurut kalian bagaimana? Ya! Tebakannya ternyata tepat. Dia Randy, mantan kekasih yang sudah lama hilang tanpa jejak tiba-tiba menghubunginya kembali.
Kalian pikir dia senang dengan dihubunginya kembali ia dengan mantan kekasih yang lama ia cintai?
Tidak, Cinta  bukannya senang malah risau karena ia takut jika kembalinya Randy hanya untuk mencari pelarian saja.

Begini... Cinta sudah putus dengan Randy sekitar tiga tahun yang lalu. Randy sudah move on selama 20 bulan belakangan ini dengan wanita lain yang menurutnya lebih baik dari Cinta. Cinta type wanita yang kurang bergaul, kurang cantik, kurang pintar, dan mungkin kurang segalanya. Tapi bukannya cinta tak mengenal semua itu? Yang cinta tahu bukannya tentang saling mencintai dan menyayangi? Dia salah tentang itu. Ternyata cinta pebih dari semua itu.

Sejak saat itu Randy terus menghubunginya. Sifat yang selalu bisa terbaca dari Randy adalah jika Randy berbohong dia tidak akan ingat dengan apa yang sebelumnya pernah ia rekayasa dan semua kenyataannya terekam oleh semua jejaring social nya.

Sebaiknya Randy lebih pintar dan lebih berpengalaman dalam ilmu merekayasa. Karena Cinta bisa dengan mudah tahu kalau dirinya sedang dibohongi.

Seperti saat ini, Randy mengajaknya bertemu di sebuah cafe. Ia ceritakan semua tentang apa yang Cinta tanyakan padanya. Tapi ia tak tahu kalau ternyata Cinta sudah lebih dulu tahu kunci jawaban dari soalnya.

Setelah pertemuan itu selesai, selesai pula komunikasi mereka. Randy kembali pergi tanpa jejak. Dan untungnya Cinta sudah memperhitungkannya sejak awal.

Beberapa minggu terlewati Cinta tahu bahwa Randy kembali dengan kekasihnya yang sempurna. Dengan kekasihnya yang anggun, pintar dan supel.Tidak sepertinya yang hanya menjadi media pelarian.

Randy yang sekarang mungkin bukan lagi Randy yang pernah di kenal Cinta, tapi selalu terselip doa yang ia panjatkan untuk mereka.

"Tuhan jagalah mereka, biarkan mereka bahagia diatas kebahagiaanku. Biarkan aku saja yang merasakannya, jangan kau tambah lagi syaf dibelakangku. Buat mereka selalu bersama hingga hayat mereka nanti."

Tak semuanya cinta bisa saling memiliki. Tak semua cinta bisa saling bersatu. Tapi inti dari keajaiban cinta adalah bisa saling bahagia meskipun tidak dalam satu kebahagiaan yang sama.


@celoteeeh

Senin, 14 Juli 2014

WATTPAD

Hollaaa bloggers...

Berhubung ini bulan puasa dan gue lagi gak trip kemana-mana jadi ya gue nulisnya seputar kehidupan gue lagi aja kali yah.

Jadi gini bloggers, gue itu lagi punya aktifitas baru gitu... Nulis cerita layaknya novel tapi dari media elektronik, media ini adalah kumpulan para penulis yang menuangkan ceritanya yang bagus-bagus. Gak sedikit dari mereka yang akhirnya sukses menjadikan cerita mereka menjadi sebuah buku yang diterbitkan oleh macam-macam penerbit. Sumpah deh bikin envy banget... Tapi cerita gue kayanya jauh dari kata bagus, soalnya gue juga masih belajar dan gue yakin banget pengambilan tutur kata dan bahasanya masih berantakan.

Media social ini memang sengaja dibuat untuk membuat cerita panjang yang gue sendiri nyimpulinnya sebagai e-novel (elektronik novel). Untuk kalian yang berminat baca tulisan gue, kalian bisa banget berkunjung ke http://www.wattpad.com/cininlia

Ini tampilannya...
Untuk yang judulnya Alika itu sebelumnya pernah gue post juga di blog gue ini, sementara gue lagi fokus sama Secret Of Love dulu yang ceritanya masih tentang kehidupan yang lumayan drama... hahaha. Untuk yang judulnya YOU... itu gue terinspirasi sama cerita cintanya para pendaki gunung atau para backpacker yang notabenenya cuek soal yang namanya cinta, tapi keduanya masih tahap penulisan. jadi kalau kalian ada yang mampir buat baca atau sekedar iseng-iseng jangan lupa buat vote ceritanya yah.

Tadinya mau bikin versi panjangnya cerpen gue yang judulnya September tapi kayanya gak jadi deh, masih berat banget buat nulis lagi cerita itu yang sebagian besar ceritanya lebih ke sudut pandang si cewek. Gue juga yakin itu cerita akan lebih bagus seperti itu.

Okey bloggers kayanya celoteh siangnya segini dulu, jangan lupa melipir ke akun wattpad gue dan jangan lupa juga buat kasih vote ke tulisan gue.

Oiya selamat menunaikan badah puasa yah buat yang menjalankan, tinggal 2 minggu lagi lebaran, gue mau duluan bilang mohon maaf lahir bathin yah... Semoga amal ibadah kita selama ini diterima Allah SWT. Bulan depan gue akan posting trip gue di Dieng. Kali ini beneran ke Dieng kok... Hohoho. Ikutin terus yah celotehan gue. Love you bloggers :*




Minggu, 15 Juni 2014

Tanam Panen

1. Aku diajarinya berpikir dewasa.
2. Aku diajarinya berpikir positif.
3. Aku diajarinya menilai kehidupanku secara rasional.
4. Aku diajarinya melihat mana yang salah dan mana yang benar.
5. Aku diajarinya menerima segala sesuatu dengan ikhlas.
6. Aku diajarinya menjadi sosok yang pemaaf.
7. Aku diajarinya tersenyum.
8. Aku diajarinya untuk tidak boleh egois.
9. Aku diajarinya menjadi wanita yang tegar.
10. Aku diajarinya untuk selalu bersyukur.
11. Aku diajarinya bergaul dengan dunia yang menurutku asing.
12. Aku diajarinya kepercayaan.
13. Aku diajarinya apa itu setia.
14. Aku diajarinya menyayangi.
15. Aku diajarinya sikap saling mengerti.
16. Aku diajarinya mencintai.
17. Dan aku pun diajarinya sakit hati.

Sampai akhirnya aku menjadi...

1. Berpikir dewasa untuk tak lagi kekanakan menanti sesuatu.
2. Berpikir positif kalau suatu saat akan datangnya pelangi setelah hujan berhenti.
3. Rasional pada keirasionalan kehidupan..
4. Melihat salah dan benarnya aku pada posisi ku.
5. Ikhlas pada apa yang telah hilang.
6. Pemaaf segala sakit yang datang perlahan dan menusuk.
7. Tersenyum melihat senyum diatas kepedihan.
8. Tak egois dengan kebahagiaan lain.
9. Tegar menerima guncangan.
10. Bersyukur karena tersakiti.
11. Gaul pada kesunyian yang berlarut.
12. Percaya kalau tak ada yang sepenuhnya seperti malaikat..
13. Setia dengan apa yang tak patut.
14. Penyayang jarak.
15. Pengertian pada keadaan yang nyata sekarang.
16. Pencinta kebencian.
17. Sakit hati karena ternyata guru ku tak sebaik apa yang aku kira.

Apa yang ditanam akan dituai di kemudian.




Sabtu, 14 Juni 2014

Aku Lelah !

Apa aku sudah gila?
Apa aku sudah tak waras?
Setiap kali aku mengingatnya, air mata ini selalu saja tak dapat terbendung.
Aku lelah mengingatnya.
Aku lelah menangisinya.
Aku ingin marah, tapi dengan siapa aku harus marah?
Aku ingin teriak, tapi pantas kah aku meneriaki namanya?
Aku tahu aku tak boleh lemah.
Aku tahu aku tak boleh marah.
Tapi aku lelah dengan semua ini,
Aku lelah dengan semua kenangan tentangmu yang selalu saja datang dan menyakiti.
Aku ingin sekali membunuh mu dari pikiranku.
Tapi apa daya ku?
Aku hanya bisa menyembunyikan senyumku.
Meskipun didalam sini aku hanyalah kepingan yang sudah melebur menjadi debu.